Catering Pernikahan Menu pondokan (foodstall) dalam sebuah resepsi pernikahan sekarang ini lebih banyak diburu oleh para tamu yg hadir ketimbang menu buffet. Menu pondokan apa saja yg sebaiknya Anda pilih?
Buffet
versus Pondokan
Menu
pondokan saat ini lebih banyak diminati karena adanya kecenderungan para tamu
yg lebih suka menyantap makanan pondokan, ketimbang buffet. Jika calon mempelai
menggunakan rasio pondokan:buffet = 70:30, tamu-tamu yg datang akan merasa
lebih puas ketimbang calon mempelai menghidangkan catering pernikahan dgn menu
dgn perbandingan sebaliknya.
Beberapa
alasan yg menyebabkan enggannya para tamu menyantap hidangan prasmanan adalah
bosan, kurang menarik, dan menu yg disajikan tidak bisa disantap terpisah dgn
nasi. Ini dapat dimaklumi mengingat menu buffet biasanya merupakan lauk pauk yg
disajikan bersama nasi putih atau nasi goreng. Sedangkan menu pondokan,
biasanya disajikan sendiri-sendiri atau terpisah. Para tamu tinggal memilih
menu pondokan yg diinginkan dgn bebas.
Menu
Pondokan Justru Lebih Mahal
Kendati
sudah mulai banyak calon mempelai yg mengikuti trend catering pernikahan
seperti ini, tapi tetap saja muncul perdebatan terutama dari para orangtua
calon mempelai.
Maka
itu, Nancy menyarankan agar sebaiknya perbandingan semacam itu tidak terlalu porsinya
untuk pondokan. Misalnya, jika tamu yg diundang sebanyak 500 orang, maka menu
buffet yg dipesan sebaiknya untuk 400 porsi, sedangkan menu pondokan adalah
sisanya, bisa lima atau enam jenis menu pondokan. Selain itu, untuk menghindari
cepat habisnya menu pondokan, maka dibutuhkan "penjaga" makanan yg
bertugas mengatur kapan waktunya menu pondokan tersebut dikeluarkan.
Namun,
Junella memberikan resep jika calon mempelai ingin tetap menggunakan rasio
pondokan yg lebih besar dari buffet.
Perlu
diingat jika Anda menggunakan rasio pondokan yg lebih besar dari buffet, maka
dari sisi harga terutama catering pernikahan, jauh lebih mahal jika Anda
menggunakan perbandingan pondokan yg lebih kecil dari buffet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar